RSS Feed

Gridiron Gang, Inspirasional dan Wajib Ditonton!

Gridiron Gang

Film yang berdasarkan kisah nyata ini merupakan produksi Columbia Pictures pada tahun 2006 lalu. Dwayne Johnson (sebagai Sean Porter) dan Xzibit (sebagai Malcolm Moore) merupakan dua pemeran utama dalam film ini, yang mengisahkan tentang sekumpulan remaja bermasalah yang melakukan tindak kriminal dan pada akhirnya mereka semua dikumpulkan dalam satu penjara anak. Di sana mereka direkrut untuk menjadi bagian dari program tim futbal penjara, Mustang. Dari situlah semua berawal; persahabatan yang sehat, kekeluargaan, semangat, motivasi, dan perubahan dalam hidup.

Jika diamati lebih dalam, film ini dapat kita analisis dengan menggunakan teori psikologi perkembangan, mulai dari kognitif maupun psikososial. Dari segi perkembangan kognitif, teori yang dapat dihubungkan dengan kisah ini adalah teori kognitif Piaget. Dalam teori tersebut, seorang remaja berada pada tahapan operasional formal, di mana mereka telah mampu berpikir secara mandiri dan logis.

Pada tahapan operasional formal, terdapat tiga proses kognitif, yaitu skema, asimilasi, dan akomodasi. Setiap tokoh remaja dalam film ini telah memiliki ketiganya. Untuk skema, yang menonjol dari film ini adalah konsep mengenai geng, terutama pada tokoh Willie Weathers dan Kelvin. Mereka berdua berasal dari dua geng yang telah bermusuhan satu sama lain sejak lama. Masing-masing dari mereka memiliki konsep bahwa kesalahan berada pada geng lawan sementara geng mereka sendiri hanyalah korban, dan mereka berpikir bahwa satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah adalah dengan menyerang atau bahkan membunuh anggota geng lawan. Konsep yang mereka miliki itulah yang membuat mereka tidak segan-segan melakukan tindak kekerasan dan pada akhirnya mengantar mereka ke penjara Kilpatrick, penjara khusus anak.

Sementara itu, untuk proses asimilasi dan akomodasi terus terjadi selama periode mereka di dalam penjara. Pada awalnya, informasi yang mereka dapatkan masing-masing adalah keberadaan musuh bebuyutan mereka di tempat yang sama. Informasi tersebut diterima melalui asimilasi. Lalu kemudian, akomodasi dilakukan Willie dan Kelvin dengan sikap saling bermusuhan yang mereka tunjukkan satu sama lain. Sikap tersebut muncul karena informasi yang telah mereka dapat sebelumnya, yaitu bahwa geng lawan harus dibantai. Selain itu, proses asimilasi dan akomodasi juga terjadi saat mereka bermain futbal. Bagi mereka yang belum pernah bermain futbal secara professional akan memasukkan banyak informasi baru mengenai berbagai teknik dan strategi bermain dalam olahraga futbal. Lalu informasi tersebut mereka akomodasikan dengan cara menentukan posisi pemain yang sesuai dengan strategi yang diajarkan oleh pelatih mereka, Sean Porter.

Selain itu, Elkind menyebutkan bahwa remaja memiliki karakteristik-karakteristik khusus seperti argumen, mencari kesalahan dari figur otoritas,  dan keyakinan bahwa mereka spesial. Tokoh remaja seperti Willie maupun Junior sering terlihat berargumen melawan Sean Porter. Willie mengeluarkan argumennya saat dia tidak setuju terhadap suatu hal, seperti penunjukkan dirinya sebagai salah satu pemain dan saat Sean Porter menuntut penjelasan darinya saat masuk ruang isolasi. Sementara itu, Junior beradu argumen dengan Sean Porter saat dirinya tidak diizinkan untuk ikut dalam tim.

Beberapa tokoh remaja dalam film ini juga sempat mencari kesalahan dari figur otoritas. Willie menyalahkan Sean Porter dan tim futbalnya atas kejadian yang membuat dia menghalangi teman se-geng-nya membunuh Kelvin. Dia dan teman-teman satu timnya juga sempat menyalahkan Sean atas kekalahan mereka di pertandingan. Sementara itu, keyakinan bahwa mereka spesial juga dapat dilihat dalam beberapa adegan. Contohnya saat mereka mendapatkan perlengkapan dan kostum untuk latihan, setengah dari mereka merasa tidak perlu menggunakan pelindung kemaluan karena menurut mereka pelindung tersebut hanya untuk banci. Mereka merasa bahwa mereka kuat dan akan baik-baik saja walaupun tidak menggunakan pelindung tersebut. Namun, setelah salah satu dari mereka mendapatkan benturan di bagian kemaluannya, akhirnya mereka mau memakai pelindung mereka. Saat itu, asimilasi dan akomodasi kembali terjadi.

Lalu, kita juga bisa menghubungkan film ini dengan teori kebutuhan Mc Clelland, yang menyebutkan adanya tiga jenis kebutuhan, yaitu kebutuhan akan prestasi, kebutuhan akan hubungan, dan kebutuhan akan kekuasaan. Dalam film ini, kebutuhan yang paling menonjol adalah kebutuhan akan hubungan. Ada tiga tokoh yang dapat dilihat dengan jelas kebutuhannya, yaitu Willie Weathers, Junior, dan Kenny Bates. Mereka bertiga berusaha berubah agar dapat lebih diterima oleh orang-orang terdekat mereka. Willie Weather ingin menunjukkan perubahan pada pacarnya, Junior ingin membuat keluarganya merasa bangga, dan Kenny Bates ingin dicintai oleh ibunya sendiri. Kebutuhan mereka akan hubungan tersebut mendorong mereka untuk berusaha keras dan merubah diri mereka sedikit demi sedikit ke arah yang lebih baik.

Sekarang kita beralih pada perkembangan psikososial. Menurut teori Erik Erikson, remaja berada pada tahapan adolescence dan tugas perkembangan yang akan dicapai dalam tahapan ini adalah identity vs identity confusion. Identity diperngaruhi oleh banyak hal, yaitu keluarga, teman sebaya, dan hubungan romantis.

Identitas pada remaja diawali dengan konsep diri. Konsep diri ini juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Orang tua dan keluarga memegang peran yang cukup besar dalam hal ini. Pola asuh didapatkan oleh para tokoh film ini kebanyakan adalah
otoritarian dan permisif sehingga menyebabkan mereka melakukan perilaku
menyimpang seperti bergabung dengan geng dan tindakan kriminal. Hampir semua tokoh dalam film ini memiliki latar belakang yang buruk dalam keluarganya. Ada yang memiliki ayah yang keras, ada yang tidak dipedulikan oleh ibunya, dan ada juga yang dijauhi oleh orang tuanya sendiri.  Hal tersebut membuat mereka akhirnya mencari tempat dan orang lain yang dapat menerima mereka. Sehingga sampailah kita pada permasalahan teman sebaya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pergaulan teman sebaya. Namun, jika remaja masuk dalam pergaulan yang salah dan bertemu dengan teman sebaya yang berpengaruh buruk, maka mereka juga akan terpengaruh. Sehingga teman sebaya menjadi sebuah faktor yang sangat penting dan menentukan dalam perkembangan remaja. Beberapa tokoh film ini memiliki pergaulan teman sebaya yang salah, berupa geng. Dalam geng tersebut, masing-masing dari mereka merasa menemukan orang-orang yang dapat memahami dan mampu menerima mereka apa adanya. Sehingga, tanpa disadari mereka akan melakukan apa pun agar bisa tetap berada dalam geng tersebut, termasuk menghabisi nyawa anggota geng lain.

Kemudian, hubungan romantis juga menjadi bagian penting dalam perkembangan remaja. Hubungan ini dapat membantu remaja belajar bersosialisasi dan merasakan keakraban. Willie telah memiliki pacar, Junior memiliki istri, dan Bug Wendal memiliki pacar dari penjara wanita. Kisah-kisah tersebut membuktikan bahwa hubungan romantis menjadi salah satu bagian dari perkembangan remaja.

Sebagai kesimpulan, perkembangan kognitif dan psikososial para tokoh dalam film ini telah berjalan sesuai dengan tahapan yang ada. Secara kognitif, mereka bisa melakukan pemikiran logis dan abstrak, serta memiliki pendapat mereka sendiri. Dari sisi perkembangan psikososial, dapat dikatakan bahwa pada akhirnya mereka mencapai identity berkat dukungan dan dorongan dari Sean Porter dan tim futbalnya. Walaupun awalnya banyak dari mereka yang hidup dalam dunia yang rusak, pada akhirnya mereka berhasil merubah diri menjadi lebih baik lagi.

Film ini memang sangat inspirasional dan menyentuh. Tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk menonton film ini dan merenungkan fakta bahwa ada kisah-kisah kelam di luar sana, yang kadang tidak terbayangkan oleh sebagian besar orang di dunia ini. Film ini dapat membuat kita berpikir bahwa menjadi lebih baik akan membawa kita kepada kepuasan yang lebih besar dan tidak semu. Two thumbs up buat film ini.

About alissadestine

Majoring psychology in one of university in Indonesia. Very interested in cat, dance, and movie.

One response »

  1. memang inspirasional ya walaupun bukan film ngetop & sudah lawas🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: